Rabu, 11 Juli 2018

Jenis Program TV


A. Jenis – jenis program televisi
televisi setiap harinya menyajikan berbagai jenis program yang jumlahnya sangat banyak dan jenisnya sangat beragam. Pada dasarnya apa saja bisa dijadikan program untuk ditayangkan di televisi selama program itu menarik dan disukai audien, dan selama tidak bertentangan dengan kesusilaan, hukum dan peraturan yang berlaku (Morrisan, 2011:217).
Program televisi sebagai faktor yang paling penting dalam mendukung finansial suatu penyiaran radio dan televisi adalah program yang membawa audien mengenal suatu penyiaran. Berbagai jenis program televisi tersebut dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu (Morrisan, 2011:217): 
Baca juga Artikel : Program Siaran TV. Klik Disini 
1.      Berita Keras (Hard news)
Berita keras (hard news) adalah segala informasi penting dan menarik yang harus segera disajikan oleh media penyiaran karena sifatnya harus segera ditayangkan agar dapat diketahui khalayak audien secepatnya. Dalam hal ini berita keras dapat dibagi ke dalam beberapa bentuk berita yaitu:
a.        Straight News 
       Straight News berarti berita “langsung” (Straight News). Maksudnya suatu berita yang singkat (tidak detail) dengan hanya menyajikan informasi terpenting saja yang mencangkup 5W+1H (who, what, where, when, why, dan how) terhadap suatu peristiwa yang diberitakan. Berita jenis ini sangat terkait waktu (deadline) karena informasi nya sangat cepat basi jika terlambat disampaikan kepada audien.
b.       Feature 
       Program berita yang menampilkan berita- berita ringan misalnya informasi mengenai tempat makan yang enak atau tempat liburan yang menarik semacam ini disebut feature. Dengan demikian. Feature adalah berita ringan (soft news) namun menarik. Pengertian “menarik” disini adalah informasi yang lucu, unik, aneh, menimbulkan kekaguman, dan sebagainya. Tidak terlalu terikat dengan waktu penayangan, namun karena durasinya singkat (kurang dari lima menit) dan ia menjadi bagian dari program berita, maka feature masuk ke dalam kategori hard news. Jika feature terkait dengan peristiwa penting atau terkait dengan waktu harus segera disiarkan dalam suatu program berita disebut dengan news feature.
c.       Infotainment 
          Informasi mengenai kehidupan orang-orang yang dikenal masyarakat (celebrity), dan arena sebagian besar dari mereka bekerja pada industri hiburan, seperti pemain film/sinetron, penyanyi, komedian dan sebagainya. Infotainment adalah salah satu bentuk berita keras karena memuat informasi yang harus segera ditayangkan. Program berita reguler terkadang menampilkan berita mengenai kehidupan selebritis yang biasanya disajikan pada segmen akhir suatu program berita.

2.      Berita Lunak (Soft News)
          Berita lunak (soft news) adalah segala informasi yang penting dan menarik yang disampaikan secara mendalam namun tidak bersifat segera ditayangkan.Program yang masuk ke dalam kategori berita lunak adalah :
a.      Current Affair 
    Program yang menyajikan informasi terkait dengan suatu berita penting yang muncul sebelumnya namun dibuat secara lengkap dan mendalam, cukup terikat dengan waktu. Batasannya adalah bahwa selama isu yang dibahas masih mendapat perhatian khalayak maka current affair dapat disajikan. Misalnya, program yang menyajikan cerita mengenai kehidupan masyarakat setelah ditimpa bencana alam dahsyat, seperti gempa bumi atau tsunami.
b.       Magazine
     Diberi nama magazine karena topik atau tema yang disajikan mirip dengan topik-topik atau tema yang terdapat dalam suatu majalah. Magazine adalah program yang menampilkan informasi ringan namun mendalam, dengan kata lain magazine adalah feature dengan durasi lebih panjang, ditayangkan pada program tersendiri  yang terpisah dari program berita.
c.       Dokumenter
Dokumenter adalah program informasi yang bertujuan untuk pembelajaran dan pendidikan namun disajikan dengan menarik.  Misalnya, menceritakan mengenai suatu tempat, kehidupan atau sejarah seorang tokoh, kehidupan atau sejarah suatu masyarakat (misalnya suku terasing) atau kehidupan hewan di padang rumput dan sebagainya. Suatu program dokumenter adakalanya dibuat seperti membuat sebuah film sehingga sering disebut dengan film dokumenter.
d.      Talk Show 
Program talk show atau perbincangan adalah program yang menampilkan satu atau beberapa orang untuk membahas suatu topik tertentu dipandu seorang pembawa acara (host). Mereka yang diundang adalah orang-orang yang berpengalaman langsung dengan peristiwa atau topik yang diperbincangkan atau mereka seorang ahli dalam masalah yang tengah dibahas.
3.      Program Hiburan
      Program hiburan adalah segala bentuk siaran yang bertujuan menghibur audience dalam bentuk musik, lagu, cerita, dan permainan. Program yang termasuk dalam kategori hiburan adalah drama, permainan (game), musik dan pertunjukan.
a.      Drama 
Kata “Drama” berasal dari bahasa Yunani dran yang berarti bertindak atau berbuat (action). Program drama adalah pertunjukan “show” yang menyajikan cerita mengenai kehidupan atau karakter seorang atau beberapa orang (tokoh) yang diperankan oleh pemain (artis) yang melibatkan konflik dan emosi. Dengan demikian, program drama biasanya menampilkan sejumlah pemain yang memerankan tokoh tertentu. Suatu drama akan mengikuti kehidupan atau petualangan para tokohnya. Program televisi yang termasuk dalam program drama adalah sinema elektronik (sinetron) dan film. Program televisi yang termasuk dalam program drama adalah:
1.      Sinetron (Sinema Elektronik). Telenovela merupakan istilah yang digunakan televisi Indonesia untuk sinetron yang berasal dari Amerika lain. Sinetron merupakan drama yang menyajikan cerita dari berbagai tokoh secara bersamaan. Masing-masing tokoh memiliki alur cerita mereka sendiri-sendiri tanpa harus dirangkum menjadi suatu kesimpulan. Akhir cerita sinetron cenderung selalu terbuka dan sering kali tanpa penyelesaian (Open-ended). Cerita cenderung dibuat berpanjang-panjang selama masih ada audien yang menyukainya.
2.      Film. Televisi sering menayangkan film sebagai salah satu jenis program yang masuk dalam kelompok atau kategori drama. Adapun yang dimaksud film di sini adalah film layar lebar yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan film. Karena tujuan pembuatannya adalah untuk layar lebar (theater), maka biasanya film baru bisa ditayangkan di televisi setelah terlebih dahulu dipertunjukan di bioskop atau bahkan setelah film itu didistribusikan atau dipasarkan dalam bentuk VCD atau DVD. Dengan demikian, televisi menjadi media paling akhir yang dapat menayangkan film sebagai salah satu programnya.
b.      Permainan atau Game Show
Suatu bentuk atau program yang melibatkan sejumlah orang baik secara individu atau pun kelompok (tim) yang saling bersaing untuk mendapatkan sesuatu. Menjawab pertanyaan dan atau memenangkan suatu bentuk permainan. Program permainan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
1.      Quiz Show, merupakan bentuk program permainan yang paling sederhana dimana sejumlah peserta saling bersaing untuk menjawab pertanyaan.
2.      Ketangkasan, merupakan peserta dalam permainan ini harus menunjukkan kemampuan fisik atau ketangkasannya untuk melewati suatu halangan atau rintangan atau melakukan suatu permainan yang membutuhkan perhitungan dan strategi.
3.      Reality Show, sesuai dengan namanya maka program ini mencoba menyajikan suatu situasi seperti konflik, persaingan atau hubungan berdasarkan realitas yang sebenarnya, menyajikan situasi sebagaimana apa adanya. Dengan kata lain, program ini mencoba menyajikan suatu keadaan yang nyata mungkin tanpa rekayasa. Namun pada dasarnya reality show tetap merupakan permainan (game).
c.       Musik
Program musik dapat ditampilkan dalam dua format, yaitu video klip atau konser. Program musik ini dapat dilakukan di lapangan (outdoor) ataupun di dalam studio (indoor). Program musik di televisi sangat ditentukan dengan kemampuan artis yang menarik audien, tidak saja dari kualitas suara namun juga berdasarkan bagaimana mengemas penampilannya agar menjadi menarik.

d.      Pertunjukan
Pertunjukan adalah program yang menampilkan kemampuan seseorang atau beberapa orang pada suatu lokasi baik di studio ataupun di luar studio, di dalam ruangan ataupun di luar ruangan. Jika mereka yang tampil para musisi, maka pertunjukkan itu menjadi pertunjukkan musik, jika yang tampil justru masak, maka pertunjukkan itu menjadi pertunjukkan memasak, begitu juga pertunjukkan sulap wayang, lenong, dan lain-lain.

Baca juga Artikel : Tips Siaran Berita. Klik Disini

Terima kasih sudah membaca artikel ini. Sebelumnya saya mohon maaf jika masih ada yang kurang atau ada yang salah .

Program Siaran Televisi beserta Karakteristiknya


Apakah itu Program Siaran Televisi dan Apa Karakteristiknya?

A.    program siaran televisi
Tidak ada yang lebih penting dari acara atau program sebagai factor yang paling penting dan menentukan dalam mendukung keberhasilan financial suatu stasiun televisi. Adalah program yang membawa audien mengenal suatu stasiun penyiaran . jika suatu stasiun memperoleh jumlah audien yang besar dan jika audien itu memiliki karakteristik yang dicari oleh pemasang iklan, maka stasiun bersangkutan akan sangat menarik bagi pemasang iklan. Dengan demikian, pendapatan dan keuntungan stasiun penyiaran sangat dipengaruhi oleh programnya. Tanggung jawab program dipercayakan kepada departemen program.
Kata “program” itu sendiri berasal dar bahasa inggris programme atau program yang berarti acara atau rencana. Undang-undang penyiaran Indonesia tidak menggunakan kata program untuk acara tetapi menggunakan istilah “siaran” yang didefinisikan sebagai pesan atau rangkaian pesan yang disajikan dalam berbagai bentuk.
Dengan demikian pengertian program siaran televisi adalah segala hal yang ditampilkan stasiun penyiaran televisi untuk memenuhi kebutuhan audiencenya . Program atau acara yang disajikan adalah faktor yang membuat audience tertarik untuk mengikuti siaran yang dipancarkan stasiun penyiaran televisi.

B.  Karakteristik Televisi
Setiap media komunikasi pasti memiliki karakteristik tertentu. Tidak ada satu media pun yang dapat di pergunakan untuk memenuhi segala macam tujuan komunikasi. Beberapa karakteristik media televisi adalah sebagai berikut:
1.                Memiliki jangkauan yang luas dan segera dapat menyentuh rangsang penglihatan dan pendengaran manusia.
2.                Dapat menghadirkan objek yang amat kecil atau besar, berbahaya, atau yang langka.
3.                Menyajikan pengalaman langsung kepada penonton.
4.                Dapat dikatakan “meniadakan” perbedaan jarak dan waktu.
5.                Mampu menyajikan unsur warna, gerakan, bunyi, dan proses dengan baik.
6.                Dapat mengkoordinasi pemanfaatan berbagai media lain, seperti film, foto, dan gambar dengan baik.
7.                Dapat menyimpan berbagai data, informasi, dan serentak menyebarluaskannya dengan cepat ke berbagai tempat yang berjauhan.
8.                Mudah ditonton tanpa perlu menggelapkan ruangan.
9.                Membangkitkan perasaan intim atau media personal.

 
Masih banyak kekurangan dari blog ini saya mohon maaf untuk informasi yang kurang jelas atau ada masukan silahkan komen di bawah.
Jangan lupa untuk berlangganan di blog ini dengan mengklik ikuti
Thanks sudah berkunjung

Selasa, 10 Juli 2018

Tips Siaran Berita

Tips Siaran Berita 

Tips siaran berita ini secara garis besarnya dulu ya. Detailnya nanti di posting-posting berikutnya.
1.    BACA, PAHAMI. Baca dulu naskah berita yang akan disiarkan, pelajari, pahami, dan jika ada yang meragukan, baik soal isi maupun cara pengucapannya, tanyakan kepada penulis naksah (script writer) atau produser.
2.     SIGN-POSTING. Gunakan tanda-tanda untuk jeda (ambil napas), yaitu garis miring satu (/) untuk jeda sebagai pengganti koma, garis miring dua (//) sebagai tanda titik atau akhir kalimat, dan garis miring tiga (///) sebagai tanda penutup naskah.
3.      ATRIBUSI. Jangan memulai kalimat dengan nama, tapi harus didahului oleh atribusi, yaitu gelar atau sebutan. Misalnya, JANGAN Wanti, mahasiswi Bandung, meraih prestasi....; UBAH MENJADI: Seorang mahasiswi Bandung --Wanti-- meraih prestasi....
4.      DASH. Gunakan tanda garis pisah atau strip (--) sebelum nama, istilah penting, atau fakta yang akan diberi penekanan (stressing). Misalnya,  Direktur Utama P-T Sarana Mantap --Wijayakusuma-- mengatakan dirinya.....
5.       NETRAL. Gunakan nada netral dalam menyampaikan berita, tidak boleh sambil bercanda, tidak boleh menggunakan dialek lokal (kedaerahan), dan tidak boleh dikomentari saat berita disampaikan. Tambahkan SENYUM jika berupa berita gembira apalagi lucu; tambahkan "mimik sedih" saat menyampaikan berita duka.

Sering kali kita mendengar penyiar atau pembaca berita di radio membaca beritanya tidak enak didengar. Tidak enak didengar dari sisi speed atau kecepatan membacanya, penggalan-penggalan kalimatnya, penekanan kalimatnya, dan intonasinya. Berdasarkan pengamatan siaran selama ini, ternyata problem utamanya adalah cara script writer menuliskan dan mengedit berita tersebut atau cara penyiar mengedit berita yang dibacanya tidak dengan cermat.

Sebagian besar script writer atau penyiar, terutama diradio, melakukan copy paste dari berita yang sudah ada, baik dari sumber sendiri atau dari sumber lain. Sumber sendiri maksudnya dari laporan reporter atau crew lainnya dan dari informasi yang disampaikan pendengar lewat SMS, twitter dan saranan lainnya. Sumber lain maksudnya mengutip dari media lain, seperti situs-situs berita di internet. Semestinya jika cara mengedit dan memfinalisasi kalimat beritanya baik, maka ketidak enakan kuping orang lain untuk mendengarkan dapat diminimalisir. 

Berikut beberapa tips ringkas bagaimana prinsip dan tehnis menulis untuk bahasa tutur.
·         ELF (Easy Listening Formula) : Susunlah kalimat  yang jika diucapkan enak didengar dan mudah dimengerti oleh pendengar.
·         KISS (Keep It Simple and Short) : 
·         Menggunakan kalimat yang singkat, padat, jelas, dan informatif (SPJI) dengan berpegang pada prinsip penulisan jurnalistik 5W 1H. 5W 1H ( What, Where , When, Who, Why + How ).
·         Hemat kata dan tidak mengumbar kata.
·         Menggunakan kalimat-kalimat pendek dan tidak rumit.
·         Lebih mengutamakan kalimat aktif dan kata kerja.
·         Sesedikit mungkin menggunakan kata sifat dan anak kalimat (adjectives).
·         WTYT (Write The Way You Talk) : Menulis untuk dituturkan atau disuarakan,  bukan untuk dibaca. Bahasa tutur dan bahasa tulisan berbeda. Bahasa tulisan di media cetak, belum tentu enak untuk dituturkan oleh penyiar atau pembaca berita. Jadi harus benar-benar diperhatikan dari sisi susunan kata dan kalimat. Cobalah untuk menuturkannya sendiri setelah kalimat disusun. Apakah sudah enak dibaca oleh anda atau malah kalimat tersebut menjadi kaku dan tidak enak dibaca. “Jika anda sendiri yang membacanya saja sudah ribet, bagaimana dengan orang yang mendengarnya.” Seringkali penyiar, pembaca berita, atau script writer hanya copy paste atau membaca berita dari media lain seperti internet (kompas.com, detik.com, republika on line, dan portal berita lainnya), namun hanya melakukan pengeditan seadanya. Hal ini terjadi karena si tukang copy pastenya tidak paham cara menulis untuk telinga, tidak mengerti apa itu berita atau kalimat berita yang singkat, padat, jelas, dan informatif. Bisa juga malas mengedit dan menuturkannya sebelum di on air kan. Sehingga begitu di on air kan kalimat tersebut menjadi kaku dan aneh.
·         Satu Kalimat Satu Nafas : Upayakan tidak ada anak kalimat. Sedapat mungkin tiap kalimat bisa disampaikan dalam satu nafas.Namun, bukan berarti kalimat yang anda buat terlalu pendek dan tidak lengkap. Makanya ada tehnik penulisan untuk radio dengan mengunakan garis miring satu (/) sebagai pengganti koma atau sebagai tanda jeda untuk ambil nafas, garis miring dua (//) untuk ganti titik, dan garis miring tiga (///) untuk akhir naskah.  Sehinga pengertian satu nafas menurut saya adalah tidak serta merta membaca sebuah kalimat tanpa mengambil nafas sama sekali, tapi dapat mengambil nafas dikalimat atau kata yang menggunakan tanda garis satu atau dua. Tapi dengan catatan jangan sampai ketika mengambil bafas itu ketahuan di udara, baik suara tarikan nafas maupun hembusan nafas. Masing-masing penyiar atau pembaca berita biasanya punya tehnik sendiri yang sesuai dengan dirinya. Sehingga kalimat utuh tersebut tetap terdengar satu nafas dalam sekali baca.

Tehnis Penulisan Radio : 
·         Spoken Words : Pilih kata-kata yang biasa diucapkan sehari-hari (spoken words). Pukul enam belas Waktu Indonesia barat (16.00 WIB), Lima belas ribu rupiah (Rp 15.000), tiga puluh tiga koma dua satu (33,21), dll.
·         Sign-Posting : Sebutkan jabatan, gelar, atau keterangan sebelum nama orang. Atribusi/predikat selalu mendahului nama. Contoh : Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Gubernur Jawa barat Ahmad Heriawan, dll.
·         Stay away from quotes : Jangan gunakan kutipanl angsung. Ubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung. Contoh : “Saya yang akan menyampaikan pengumuman BBM” ksts Menko Prekonomian Hatta Rajasa. Menjadi Menko Prekonomian Hatta Rajasa akan pengumumkan kenaikan harga BBM.
·         Avoid abbreviation : Hindari singkatan atau akronim, tanpa menjelaskan kepanjangannya lebih dulu, Terutama untuk singkatgan-singkatan yang tidak umum. Sementara untuk singkatan-singkatan yang sudah umum dapat langsung disebut saja kependekannya, seperti DPR. Namun jika dalam satu kalimat berita cukup panjang ada beberapa kata DPR, sebaiknya dalam kalimat berikutnya tetap disebutkan kepanjangannya. contoh: BadanEksekutif MahasiswaUniversitas Islam Negeri (BEM UIN).
·         Subtle repetition :  Ulangi fakta-fakta penting seperti pelaku atau nama untuk memudahkan pendengar memahami dan mengikuti alur cerita, peristiwa, atau beritanya. Contoh :Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono...dan dikalimat berikutnya bisa digunakan pengganti Kepala Negara.
·         Present Tense : Gunakan kata hari ini diawal kalimat atau diakhir kalimat untuk memberikan penegasan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa baru tanpa diikuti penyebutan hari dan tanggalnya. Toho rang rata-rata sudah tahu hari apa dan tanggal berapa ketika kalimat itu dibacakan.
·         Angka : 
o   Satu angka (1-9) ditulis pengucapannya, misalnya angka 1 ditulis “satu” dst. Lebih dari satu angka, ditulis angkanya, misalkan angka 25 atau 345 jangan ditulis didalam kalimat beritanya dengan tulisan atau penyebutan panjang dua puluh lima atau tiga ratus empat puluh lima. Kalau itu dilakukan, maka bisa dibayangkan panjangnya kalimat yang akan anda tulis hanya untuk menyebut atau menerangkan deretan angka. Toh, anda pasti sudah mengerti bagaimana membaca angka puluhan atau ratusan tanpa harus menyebutkan kepanjangannya angka per angka.
o   Angka ratusan dan ribuan, sebaiknya jangan gunakan nol, tapi bisa ditulis lengkap, karena tidak menjadi kalimat yang panjang, misalnya limaratus (500), depalan ribu (8000).
o   Untuk  jutaan atau milyar dan triliun, cukup ditulis seperti ini 15-juta, 145-milyar.
·         Mata uang : Kalimat keterangan angkanya ditulis pengucapannya di belakang angka.  Contoh : 600-ribu rupiah (Rp 600.000), 500-ribu dolar AmerikaSerikat (US$ 500.000)

Tanda Baca Khusus :
·         Dash : Anda garis pisah (–) untuk sebelum nama atau kata penting atau butuh penekanan. Contoh : Pengumuman – kenaikan harga BBM akan dilakukan oleh – Presiden SBY.
·         Punctuation : Tanda Sengkang, yaitu tanda-tanda pemenggalan (-) untuk memudahkan pengucapan singkatan kata yang dieja. Contoh : M-U-I, B-A-P, W-H-O, dll.
·         GarisMiring : Jika perlu, gunakan garis miring satu (/) sebagai pengganti koma atau sebagai tanda jeda untuk ambil nafas, garis miring dua (//) untuk ganti titik, dan garis miring tiga (///) untuk akhir naskah.